PAGES

Senin, 15 Desember 2014

SEJARAH FISIOTERAPI DI DUNIA HINGGA SAMPAI DI INDONESIA


Kata “Fisio” (Physio) diambil dari kata physic yang berarti “fisik”. Dan, kata “terapi” (therapy) yang berarti “pengobatan”, juga berarti “usaha untuk memulihkan kesehatan”. Dalam arti, “Fisioterapi” adalah suatu bentuk pengobatan fisik untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan untuk mempromosikan kesehatan yang optimal, meliputi pemeliharaan, evaluasi, pemulihan fungsi fisik dankinerja tubuh.


Fisioterapi (Physical Therapy) merupakan salah satu profesi kesehatan yang menyediakan perawatan (treatment) untuk mengembangkan, memelihara, dan memaksimalkan gerak dan fungsi gerak dalam kehidupan seseorang, terutama saat terjadi gangguan gerak dan fungsigerak akibat penuaan, cedera/trauma fisik, penyakit, dan faktor lingkungan lainnya.


Bapak Kedokteran Hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Galenus diyakini sebagai orang pertama yang melakukan praktek fisioterapi dengan teknik pijat (massage), teknik manual, dan hidroterapi untuk mengobati pasien pada tahun 460 SM. Setelah adanya pengembangan pediatric pada abad ke-18, alat-alat mesin seperti gimnasticon dikembangkan untuk terapi encok dan dan keluhan sejenis lainnya melalui pemberian latihan secara teratur pada sendi-sendi yang mengalami gangguan.


Fisioterapi telah lahir di Eropa sejak abad 18 dan lahir di Belanda pada tahun 1887, di Amerika pada tahun 1917 dan di Indonesia pada tahun 1965. Dokumen asli yang pertama ditemukan tentang praktik fisioterapi secara professional adalah yang dibuat oleh Per Henrik Ling, “Bapak Gimnastik Swedia”, yang mendirikan RCIG (RoyalCentral Institut of Gimnastik) pada tahun 1813 untuk terapi massage (pijat), manipulasi danexercise (latihan). Panggilan yang digunakan orang Swedia untuk fisioterapis pada saat itu adalah “sjukgymnast” = “sick-gymnast”. Pada tahun 1887 fisioterapi memperoleh pengakuan secara resmi (official registration) oleh Sweden’s National Board of Health and Welfare. Setelah itu negara lainnya menyusul. Pada tahun1894 empat orang perawat di Britania Raya membentuk Chartered Society of Physioterapy.


Lalu disusul pemebentukan pendidikan fisioterapi di Universitas Otago New Zealand pada tahun1913, dan United State Reed College di Portland, Oregon pada tahun 1914 dengan lulusan sebagai “reconstruction aides” (asisten rehab).


Dan di Indonesia Fisioterapi berdiri pada tanggal 10 Juni 1968, di deklarasikan di Solo dengan nama IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA (IKAFI). Atas keinginan angota dan dorongan Prof. Dr. Soeharso (Supervisor RC pada masa itu) untuk kemajuan profesi dan kesetaraan dengan profesi Fisioterapi di dunia pengurus IKAFI pertama di bentuk ( 1968-1970) dengan ketua umum Albert Siahaan, MNZP dengan DCAFI (cabang) untuk wilayah : Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Semarang. Pada periode ini IKAFI di terima sebagai Temporary Member of WCPT yang merupakan wadah organisasi profesi Fisioterapi dunia yang bertempat di London Inggris. Karena Kebutuhan masyarakat Indonesia pada waktu itu, profesi Fisioterapi di dorong untuk bekerja dalam pemulihan kesehatan pasien yang non infectious, fractur, dislokasi dan degenerative deases yang dalam bekerja mendapatkan ikatan dinas dan ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan Departemen Kesehatan.


Kongres IKAFI pertama di selenggarakan di Jakarta pada tahun 1970 dan dibuka atas nama Menteri Kesehatan RI dengan menghasilkan Kepengurusan dan program kerja sampai periode 1974. Ikatan Fisioterapi Indonesia( IKAFI) berubah namanya Menjadi IFI pada tahun 1996 berdasarkan ketetapan Kongres VII Makasar pada 1996 Ketua Umum terpilih masing-masing periode antara lain, Albert Siahaan, MNZP, Drs. Suhardi,SMPh, Drs, J.Hardjono,MARS, Drs. Soenardjo, Drs.Heri Priatna, Drs. Slamet Soemarno,SMPh dan Ali Imron,M.Fis


Peran serta aktif organisasi Profesi dan kerjasama pada perkembangan Fisioterapi dunia di mulai dengan keikutsertaan delegasi pada congress WCPT di Amsterdam pada tahun 1970, di Montreal Kanada pada tahun 1974, sampai pada Congress WCPT di London pada tahun 2011. Di wilayah regional Asia Pasific dan Asia Australia (ACPT&AWP) Ikatan Fisioterapi Indonesia berperan aktif dalam pertemuan ilmiah secara berkala dan sebagai penyelenggara ACPT Meeting pada tahun 2010. Fisioterapi Indonesia proaktif dalam pengabdian masyarakat pada deteksi dini kecacatan anak, dan terutama pada saat rehabilitasi pasien setelah bencana, seperti bencana Gempa Yogyakarta Tzunami di Aceh, dan Padang-Sumatera. Sebagai wujud tanggungjawab profesi dan peran sertanya dalam mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan Ikatan Fisioterapi Indonesia sepanjang perjalanannya bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam melakukan melakukan upaya pengembangan profesi dengan peningkatan kompetensi, melalui pendidikan, dan pengaturan yang di perlukan.

7 komentar: